kebersamaan

kebersamaan

Jumat, 15 Juli 2011

Hak Seorang Muslim Atas Muslim Lainnya



Segala puji bagi Allah, Yang Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, Yang Maha Kuasa menjalankan apa yang telah ditetapakan dan diinginkanNya, Dia yang telah menjadikan orang-orang beriman ini bersaudara dalam keimanan dan menyerupakan mereka dalam keutuhan antara mereka dengan sebuah bangunan, seperti yang disebutkan di dalam firmanNya:
-- Show Quoted Text --
قال الله تعالى:﴿ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴾

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”. QS. Al-Hujurat: 26

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah, yang tiada sekutu bagiNya dalam ketuhananNya dan dalam asma dan sifat serta kekuasaanNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, imam orang-orang yang bertaqwa, peminpin mereka dan Rasul dan peminpin bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad, kepada para keluarga dan para shahabatnya, bintang-bintang yang mengarahkan kepada jalan petunjuk dan shalawat kepada setiap orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan sehingga hari kiamat.
Amma Ba’du:…

Wahai sekalian manusia,,,bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, sebab bertaqwa kepadaNya adalah perniagaan yang paling memberikan keberuntungan, dan ketahuilah bahwa kalian bersaudara dengan orang yang seiman dengan kalian dan persaudaraan yang dilandasi dengan keimanan lebih kuat daripada persaudaraan yang dilandasi dengan apapun. Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى:﴿ فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءلُونَ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ﴾
Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam. QS. Al-Mu’minun: 103
قال الله تعالى:﴿ الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ ﴾

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. QS. Al-Zukhruf: 67.
Wahai saudaraku seiman, wujudkanlah berbagai upaya yang bisa membentuk kasih sayang dan cinta di antara kalian, sebab-sebab yang membuat setiap individu senang kepada kebaikan, saling tolong menolong dan menjauhi segala factor yang melemahkan dan mengurangi kekuatan hubungan antara sesame muslim di dalam kehidupan nyata, sehingga dengannya amal kalian menjadi berkurang. Dan ketahuilah bahwa umat ini tidak bersatu dan perundang-undangannya tidak bisa terwujud secara sempurna kecuali dengan terbentuknya rasa cinta dan persaudaraan sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah memberitahukan hal tersebut di dalam sebuah sabdanya, Orang mu’min yang satu dengan mu’min yang lain bagai sebuah bangunan yang saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya”.

Dan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Perumpaan orang-orang mu’min dalam kasih sayang, rasa cinta, solidaritas dan saling membantu antara mereka sama seperti badan yang satu, yang apabila ada di antara anggota badan tersebut yang mengaduh kesakitan maka anggota badan yang lain akan meregang kepanasan dan tidak bisa tidur”.

Alangkah agungnya persaudaraan tersebut dan alangkah indahnya akhlak yang terpuji ini, Allah Subahnahu Wa Ta’ala menajadikannya sebagai hikmah dan nikmat bagi orang-orang yang beriman, Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى:﴿ وَإِن يُرِيدُواْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللّهُ هُوَ الَّذِيَ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴾
Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin,dan Yang mempersatukan hati mereka(^) (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. Al-Anfal: 62-63.
Sesungguhnya Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman telah mensyari’atkan bagi kalian segala faktor yang bisa memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan rasa cinta di antara sesama orang-orang yang beriman, dan jauhilah segala perbuatan yang bisa menimbulkan perpecahan, permusuhan dan waspadalah terhadap perbuatan maksiat kepada Allah. Celakalah hamba yang meyepelekan dan menyia-nyiakan perintah tuhannya, hendaklah kalian mengikuti jejak salafus shaleh dan jama’ah kaum muslimin. Ambillah petunjuk mereka dan jalan yang mereka tempuh dalam urusan agama ini baik tentang keyakinan, amal ibadah dan ketaatan, dan tauladanilah mereka dalam urusan cinta mencintai antara sesame mereka dan mentauladani mereka dalam perkara-perkara agama dan kemanusiaan, di mana Rasulullah shallallau alaihi wa sallam telah mempersaudarakan antara para shahabatnya dan membangun persaudaraan ini adalah upaya kedua yang dilakukan oleh Rasulullah shallallau alaihi wa sallam setelah berhijrah ke Madinah, beliau menjadikan orang-orang Anshor sebagai  saudara bagi orang-orang muhajirin, dan persaudaraan ini menyebabkan terjadinya pewarisan antara mereka pada permulaan Islam sampai turunnya ayat yang menjelaskan tentang masalah pembagian harta warisan.

Bahkan persaudaraan ini sampai mendorong orang-orang Anshor memberikan sebagaian harta dan rumah mereka kepada orang-orang Muhajirin, lebih dari itu, sebagian orang Anshor berkehendak untuk memberikan sebagai istrinya kepada saudaranya dari kaum Muhajirin sebagai bukti nyata dan benar atas persaudaraan mereka.
Di dalam sebuah hadits dari Abu Dzar radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Wahai Abu Dzar maukah engkau jika aku tunjukkan kepadamu kepada sebuah perniagaan yang lebih baik daripada dunia dan seisinya?. Maka akupun menjawab: Aku mau wahai Rasulullah, Engkau berusaha untuk memperbaiki hubungan antara orang mu’min yang satu dengan yang lainnya apabila hubungan tersebut telah rusak dan engkau berusaha mendekatkan mereka jika mereka saling berjauhan”.
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Tidak halal bagi seorang muslim untuk menjauhi saudaranya melebihi tiga hari dan yang paling dari mereka adalah orang yang memulai dengan salam Muttafaq alaihi.

Syari’at Islam telah menjelaskan tetang keharaman saling memutuskan hubungan silaturrahmi antara pribadi yang beriman, mengharamkan namimah dan berjalan di muka bumi untuk berbuat kerusakan. Allah Subahanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى:﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ ﴾
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. QS. Al-Hujurat: 6.
قال الله تعالى:﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ﴾
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. QS. Al-Hujurat: 11.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Tidak akan masuk surga orang yang berjuang untuk mengadu domba sesama orang yang beriman. Muttafaq alaihi.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang saling mencela dan mengejek dan Rasulullah shallallau alaihi wa sallam bersabda: Di antara dosa besar yang paling besar adlaah seorang lelaki mencela kedua orang tuanya. Dikatakan bagaimanakah seseorang dikatakan mencela kedua orang tuanya?. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Seorang lelaki mencela bapak orang lain lalu dia membalas mencela bapaknya, dan seorang lelaki mencela ibu seseorang lalu dia membalas mencela ibunya”.

Dan cukuplah perbuatan ini sebagai perbuatan buruk di mana Allah menggambarkannya dengan gambaran yang keji. Allah mengumpamakannya dengan bangkai yang dimakan oleh seseorang. Di sebutkan di dalam firman Allah:
قال الله تعالى:﴿ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ﴾
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang”. QS.Al-Hujurat: 12
Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan dalam ayat selanjutnya keutamaan persaudaraan dan akhlak yang baik sebagai bukti akan kemuliaan dan keagungan perbuatan ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى:﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴾
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. QS.Al-Hujurat: 13.
Wahai sekalian kaum muslimin hendaklah kalian menjaga persaudaraan yang dibangun atas dasar keimanan, sebab persaudaraan tersebut menciptakan rasa cinta dan menjauhkan permusuhan, dan renungkanlah firman Allah, Dzat yang telah menciptakan kalian:
قال الله تعالى:﴿ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴾
“…dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”. QS. Al-Anfal: 46
Dan renungkan pula sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Ruh-ruh itu bagai tentara yang telah dipersenjatai, yang telah saling mengenal maka dia bersatu dan yang saling mengingkari pasti akan bercerai berai” . HR. Bukhari dan Muslim dan Sabda Nabi shallallau alaihi wa sallam Surga itu bagi orang yang mentaatiku walau dia seorang hamba sahaya dari Habsy, dan neraka itu bagi orang yang mendurhakai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam walau dia orang mulia dari suku Quraisy”.

Semoga Allah memberikan keberkahannya bagiku dan bagi kalian semua di dalam Al-Qur’an yang mulia, dan Allah memberikan manfaat bagiku dan bagi kalian dengan ayat-ayat  Allah Yang Maha Bijaksana yang tertera di dalamnya. Hanya inilah yang bisa aku katakan dan aku memohon ampunan bagi diriku dan bagi kalian serta seluruh kaum muslimin kepada Allah yang Maha Mulia dari segala dosa. Mohonlah ampun kepadaNya dan bertaubatlah kepada Allah, sebab Dia adalah Zat Yang Pengampun lagi Maha Penyayang.

Khutbah kedua
Segala puji atas segala anugrah kebaikan yang telah diberikan oleh Allah, dan syukur kepadaNya atas segala karunia dan pemeberianNya. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya, kesaksian yang mengangungkan Zat Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya, semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam yang berlimpah kepada Nabi, para shahabat, keluarga dan semua orang yang mengikuti beliau samapai hari kiamat…amma ba’du:

Wahai sekalian hamba Allah, takutlah kalian kepada Allah Ta’ala dan sadarilah bahwa kalian bersaudara dalam agama ini dan persaudaraan yang didasarkan pada keimanan melebihi kekuatan persaudaraan yang bangun dengan dasar apapun. Pada hari kiamat tidak ada lagi ikatan karena garis keturunan, bahkan para shahabat pada waktu itu saling memusuhi kecuali orang-orang yang bertaqwa. Wahai hamba Allah, wujudkanlah persaudaraan ini dengan saling mencintai dan menyayangi antara kalian semua, dan hendaklah kalian saling membantu berbuat kebaikan dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan berupaya untuk selalu menguatkan dan mengembangkan persaudaraan tersebut serta menjauhi segala sebab bisa melemahkan dan mengurangi persatuan umat. Sebab umat ini tidak akan bersatu dan tidak pula memiliki kekuatan kecuali setelah mereka seperti apa yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Orang mu’min yang satu dengan mu’min yang lain bagai sebuah bangunan yang saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya”. Muttafaq alaihi.
Persaudaraan yang telah diperintahkan ini bukan ikatan sebatas lisan semata akan tetapi ikatan yang kuat dan dalam yang tertanam di dalam di dalam jiwa dan hati, di mana benihnya adalah ikhlas dan buahnya adalah akhlak baik kepada saudara seiman.
Inilah yang dapat aku sampaikan, dan ucapakanlah shalawat dan salam kepada Rasulullah sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah.

Rahasia Di Balik Kewajiban Khitan Bagi Manusia



Temuan terkini tentang keampuhan khitan mengurangi penularan
penyakit bukanlah hal pertama kali dan satu-satunya. Para ilmuwan mancanegara telah banyak melakukan penelitian ilmiah seputar KHITAN.

Karya-karya ilmiah mereka yang diterbitkan jurnal-jurnal ilmiah terkemuka dunia semakin menguatkan kehebatan khitan dalam menanggulangi aneka penyakit berbahaya yang ditularkan melalui hubungan kelamin, termasuk di antaranya AIDS dan kanker.

Hasil penelitian terbaru seputar khitan atau sunat belum lama ini diumumkan di pertemuan ilmiah tahunan ke-104 Ikatan Urologi Amerika (American Urological Association, AUA). Dua temuan penting menjadi bahan sorotan dalam acara itu. Selain terbukti mengurangi terjangkitnya virus penyebab AIDS (HIV), khitan juga mengurangi bahaya cedera saat persenggamaan.

Para ilmuwan Australia menemukan bahwa sel-sel Langerhans ditemukan dalam jumlah paling besar pada kulit khitan bagian dalam dari kemaluan pria. Sel-sel Langerhans inilah sasaran pertama dari virus HIV yang ditularkan melalui hubungan kelamin.

Peneliti di benua kanguru itu meneliti 10 pria yang sudah berkhitan dan 10 pria yang belum berkhitan. Kulit khitan bagian dalam memiliki kepadatan sel-sel Langerhans lebih tinggi dibandingkan pada bagian-bagian lainnya dari kulit penutup kemaluan pria. Kulit khitan bagian dalam ini dibuang ketika orang dikhitan, hal ini menghilangkan permukaan kulit yang paling rentan terhadap penularan virus AIDS. Namun patut dicatat bahwa khitan hanyalah mengurangi resiko dan bukan mencegah sama sekali akan bahaya terjangkiti penyakit AIDS.

Pada penelitian berikutnya, para peneliti gabungan asal AS, Kanada dan Kenya menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan fungsi seksual antara mereka yang dikhitan dan yang tidak dikhitan. Namun pria yang dikhitan mendapatkan keuntungan lebih. Mereka yang bagian ujung kulit kemaluannya dibuang menghadapi bahaya lebih rendah terkena cedera saat berhubungan badan dibandingkan rekan mereka yang tidak dikhitan. Cedera ini meliputi pendarahan, tergores, teriris, lecet atau rasa pedih.

Menurut Morris, khitan atau sunat merupakan vaksin, yakni pemberian kekebalan tubuh melalui operasi kecil dalam rangka menangkal penularan beragam kuman penyakit, mencegah kondisi kesehatan yang buruk dan penyakit-penyakit berbahaya sepanjang hidup, serta melindungi pasangan mereka. Di tangan ahli berpengalaman, operasi khitan ini sangatlah aman, bisa tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat dilakukan pada usia berapa pun.

Sebuah majalah medis terkenal di Inggris, BMG, pernah menurunkan makalah tentang kanker kelamin dan penyebab-penyebabnya pada tahun 1986. Diantara keterangannya adalah,

"Sesungguhnya kanker kelamin sangat kecil sekali terjadi di kalangan yahudi dan negeri-negeri muslim, sebab mereka ini melakukan khitan semenjak usia anak-anak. Dan data statistik medis menunjukkan bahwa kanker kemaluan yang terjadi pada kalangan yahudi tidak terjadi kecuali hanya terhadap 9 penderita saja dalam setahun."

Proses terjadinya kanker kelamin adalah ketika kemaluan tidak dikhitan, maka kulub yang ada di bagian depan kemaluan tersebut selalu menyisakan air kencing yang keluar. Air kencing tersebut membawa endapan-endapan yang dalam waktu yang lama akan menutupi bagian saluran air kencing sehingga menyebabkan dis-fungsi.

Maka dengan dikhitannya kulub ini, kemungkinan mengendapnya sisa-sisa air kencing tidak ada lagi karena selalu dibersihkan setiap kali kencing. Sisa-sisa endapan air kencing inilah yang berdasarkan penelitian merupakan sebab utama terjadinya kanker kelamin.

Majalah "Al-Ma'had Al-Wathaniy lii Al-Sarthan" menurunkan berita tentang hasil penelitian yang menegaskan bahwa kanker kelamin bisa berpindah ketika berhubungan seks. Dan hubungan seks dengan banyak pasangan bebas akan semakin banyak menyebabkan terjadinya kanker jenis ini.

Dalam dalam laporan buletin sebuah akademi untuk penyakit-penyakit anak-anak disebutkan bahwa sesungguhnya khitan adalah cara yang efektif untuk mencegah terjadinya kanker kelamin.

Sebuah majalah Amerika untuk penyakit anak-anak juga menegaskan bahwa aktivitas-aktivitas agama yang dianut kalangan muslimin (Islam) dan yahudi yang menegaskan mensyari'atkan khitan memiliki dampak yang sangat mendasar dalam memotivasi mereka untuk melaksanakan fithrah ini (khitan)". Dan dalam shahihain (Bukhari dan Muslim) diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu' bahwa Nabi Ibrahim --Alaihis Salam-- melakukan khitan ketika ia memasuki usia 80 tahun.

Sumber: Al-Arbaun Al-Ilmiyah" Abdul hamid Mahmud Thahmaz, Daar Al-Qalam
Penerjemah: Abu Muhammad ibn Shadiq.

Kamis, 14 Juli 2011

Fakta Menakjubkan Di Balik Kesempurnaan Penciptaan UNTA

Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi sebagian makhluk. Hanya sesuatu yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.

Unta, telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan." (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan.

Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum.

Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah.

Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir.

Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari terpaan debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup.

Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya.

Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam.

Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan KESEMPURNAAN PENCIPTAAN UNTA.

Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan bersama keajaibannya:
1. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus,
2. Punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan,
3. Struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir,
4. Kelopak mata yang tembus cahaya,
5. Bulu mata yang melindungi matanya dari pasir,
6. Hidung yang dilengkapi disain khusus anti badai pasir,
7. Struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir,
8. Sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun,
9. Lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar,
10. Rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.

Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.

Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran:

Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu. (QS. Thaahaa, 20:98)
ini terjadi pada saya sendiri,,dulu saya memiliki sahabat dan kami akrab tapi karena banyak orang yang mengangap kita berdua ada apa2,jadi hubungan kami menjadi jauh-menjauhi,,saya mencoba untuk menghubunginya dengan sms dia tapi selalu saja g ada balasan dari dia,,,jujur saya memang suka dia,tapi tidak sepatutnya dia menghukum aku dengan seperti ini,mengorbankan persahabatan,,,cinta kan itu suatu anugrah dari Allah,jadi saya tidak bisa menolak rasa itu,,,please semoga dia membaca ini,,jika aku punya salah,aku minta maaf,,,,,,,,,,,,,,,aku pengen balik jadi sahabatmu seperti dulu lagi...!!

Bukti Tuhan itu Ada



Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.
Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.

Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”
Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.
“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.
Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.
Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”
Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.
“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.
Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.
“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.
Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”
“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.

“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.
Orang banyak berkata, “Tidak!”
“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.
Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.
Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?
Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?
Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).
Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.
Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.
Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!
Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.
Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.
Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya. Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.

Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.
Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:
“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]
Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]
Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]
Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:
“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi’ah:58-59]
“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi’ah:63-64]
“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi’ah:72]
Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:
“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]
Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta.

Bahaya Fitnah

Dalam sejarah Islam terkenal sebuah kisah besar tentang fitnah yang menimpa ‘Aisyah RA istri Rasulullah SAW, yang telah diftnah berbuat selingkuh dengan salah seorang shahabat bernama Shafwan bin Mu’aththal. Orang-orang munafiq menghembuskan fitnah itu dalam rangka mendiskreditkan keluarga Rasulullah SAW.
Dengan menyebarkan fitnah itu mereka berharap bahwa Rasulullah SAW beserta keluarganya akan kehilangan kepercayaan dari kaum muslimin. Kepercayaan adalah pintu kesetiaan, kesetiaan adalah pintu untuk mendapatkan dukungan dan dukungan adalah pintu untuk meraih keberhasilan. Maka untuk menggagalkan dukungan dari kaum muslimin, orang-orang munafiq menebarkan fitnah untuk menghilangkan kepercayaan kaum muslimin kepada Rasulullah dan keluarganya.
Begitu besarnya bahaya fitnah tersebut terhadap kelangsungan dakwah Rasulullah SAW, maka Allah merasa perlu membersihkan nama ‘Aisyah dengan menurunkan beberapa ayat-Nya, QS. An-Nuur : 12

لَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ

“Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata”. Juga firman Allah yang artinya, “(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar”. [QS. An-Nuur : 15-16]
Allah juga menandaskan bahwa fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan [QS Al Baqarah : 191].
Bermula dari fitnah keluarga bisa bubrah dan persatuan umat bisa terbelah. Berangkat dari fitnah perang antar negara bisa pecah. Amerika Serikat pernah menyebarkan fitnah bahwa regim Saddam Hussein memproduksi dan menyimpan senjata pemusnah massal.
Begitu intensifnya pemberitaan itu, sehingga masyarakat internasional mempercayai dan memberikan legitimasi bagi AS untuk menyerang Irak. Puluhan bahkan mungkin ratusan ribu nyawa melayang karena fitnah itu. Untuk itu Allah mengancam orang yang menyebarkan fitnah terhadap orang-orang beriman dengan adzab yang membakar di dalam neraka Jahannam, kecuali kalau mereka bertaubat [QS. Al-Buruj : 10] bila tidak bertaubat maka mereka akan memperoleh balasan sesuai dengan  konstribusinya dalam penyebaran fitnah tersebut. Mereka yang paling intens dalam menyebarkannya akan mendapatkan adzab yang besar. [QS. An-Nuur : 11].
Diantara sesama orang beriman harus tumbuh sikap saling mempercayai. Dia tidak suka mendengar berita kejelekan atau kejahatan orang beriman yang lain, sebagaimana dia tidak suka kalau dirinya diberitakan seperti itu juga. Dia akan senantiasa khusnudhon terhadap sesama saudara seiman.
Seandainya tersebar berita bohong atau fitnah terhadap orang beriman, dia tidak akan mempercayainya.  Di dalam hatinya ada bisikan: “Orang beriman itu tidak mungkin berbuat jahat“. Kalau jahat pasti dia bukan orang beriman. Kalau orang beriman kok diberitakan berbuat jahat, maka beritanya itu yang perlu dibuktikan kebenarannya dulu. Maka dalam Islam dikenal istilah tabayyun, mencari penjelasan tentang kebenaran suatu berita. Perlu dilakukan check and recheck terhadap kebenaran suatu berita, kalau perlu cross check agar terungkap kebenaran yang sesungguhnya. Sehingga informasi yang masuk tidak salah, dan keputusan yang diambil tidak mendatangkan mushibah, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya QS. Al-Hujuraat : 6,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu mushibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. Semoga Allah selamatkan kita dari fitnah dan berbuat fitnah.

Bandung Malam Tak Aman - Seorang Penjaga Warnet Menjadi Korban Pembacokan


Malam ini seperti biasanya gue tetap segar terjaga karena SNSD. Bukan, bukan kependekan dari So Nyeo Si Dae grup vokal yang terdiri dari wanita-wanita cantik bertubuh jenjang dari negara ginseng (Korea). Melainkan kependekan dari Syndrome Night Sleep Disorder, yang mana jadwal tidur gue udah melenceng dari jadwal tidur manusia normal. Bukan, lagi-lagi bukan karena gue manusia super atau abnormal, tapi karena internet ini membuat gue betah melihat dunia.

Tepat pukul 01.30 dini hari, gue lagi asik-asiknya nyortir foto-foto hasil liburan gue kemarin. Tak dinyana terdengar raungan seorang anak manusia,

"yaa Allah.. astaghfirullah.. tolong tolongg.. man, tolong man..
ahh.. panggilin taksi.. tolooong.. astaghfirullah.. yaa Allah.."

Dengan polosnya gue mikir, "nyee.. motor sapa lagi yang diembat maling.. lapangkanlah hatinya yaa Allah.."
Karena emank daerah Gegerkalong Tengah adalah daerah yang empuk untuk curanmor. Dirumah gue aja udah ada empat kali motor raib semenjak gue berada di Bandung. Ujug-ujug penasaran, gue ngeliat kejadian tersebut dari balkon kamar gue dan kebetulan kejadiannya di warnet Naafi depan rumah. Dari balkon gue lihat orang-orang udah datang berboyong-boyong.
"Ahh.. Kalo motor doank yang hilang masa iyaa sampe seramai ini?"
Turunlah gue akhirnya ke TKP dan shock, suara yang tadi gue dengar udah berlumuran darah di sekujur tubuhnya! Merah! Semua merah! :takuts

Ranoe sang pejaga warnet
Gue melihat si Ranoe Hardja yang juga penjaga warnet Naafi depan rumah udah bersimbah darah dari kepala sampai kaki, baju? Jangan ditanya, bajunya udah kaya nyebur ke kolam darah. Gue lihat tangannya udah dibalut dengan kain tebal dan dari kain itupun sudah merembes darah kemana-mana. Lantai sudah tidak berwarna lantai lagi, banyak darah menyembur dimana-mana.




darah segar di lantai 
Tak lama kemudian pak Kuswa yang tidak lain dan tidak bukan adalah pengelola warnet tersebut datang dan membawa mobil dan dengan sigap membawa Ranoe ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung di Pasir Kaliki. Terlihat bener temen-temen yang lain bingung gimana caranya masukin Ranoe ke dalam mobil karena darahnya sudah dimana-mana, bingung mau megangnya gimana juga, takut kegencet lukanya. Dan asal kalian tahu ini bukan luka biasa. Ranoe menderita luka yang cukup parah di tangan dan kepalanya. Tangan yang sebelah kiri sudah hampir putus karena dengan refleksnya menangkis serangan si rampok edan dan tangan kanannya juga terluka namun tidak separah tangan kiri, kepalanya juga terkena bacokan dan darah mengucur kemana-mana bagaikan selang yang terhubung dengan pompa air Sany*o! :berdukas

darah segar di lantai
Tak lama setelah si Ranoe dibawa ke Rumah Sakit, pihak polisi datang dengan muka ayam. Yaa gue yakin di jam segitu para polisi sedang nyenyak-nyenyaknya tidur dan memimpikan keluarganya, muka mereka masih kucel-kucel banget. Pihak polisi langsung bertanya-tanya dan mewawancarai kami, setelah foto-foto terkumpul dan data yang dikumpulkan dirasa cukup, mereka langsung pergi ke Rumah Sakit menyusul Ranoe.



temen-temen yang masih shock dan berspekulasi
Kami yang ditinggal polisi lantas tidak kembali ke kamar masing-masing dan berselimut malam. Gue, ka Risman, dan temen-temen kosan Naafi menyambung malam penuh tragedi itu dengan asumsi-asumsi dan me-reka ulang kejadian. Jadi rata-rata dari kami tahunya pembacok itu langsung masuk ke ruangan warnet dan langsung membacok Ranoe habis-habisan tanpa kenal ampun. Tidak melihat si Ranoe sebagai manusia lagi nampaknya, dengan nafsunya penjahat itu membacok tanpa ampun. Salah satu anak kosan Naafi juga mengira kalo penjahat itu temannya Ranoe yang lagi main pukul-pukulan *becanda yang aneh* tapi setelah kata "astaghfirullah dan toloong" terlontar barulah anak-anak kosan pada ramai berdatangan. Macem-macem ceritanya, ada yang mau nyari balok atau besi dulu, ada yang nabrak galon dan jatuh, ada yang mau tangan kosong namun langusung ciut. Yaa, ini bukanlah sinetron dimana ada penjahat biasanya ada pembela kebenaran dengan tangan kosong dan dengan sigap bisa langsung men-skak-mad penjahat. Percayalah itu hanya terjadi di tv dan mungkin hanya terjadi di zaman Wiro Sableng si Kapak Maut Naga Geni 212.

shock parah
Beberapa spekulasi kami simpulkan, ada yang berfikir itu orang yang tidak suka dengan Ranoe, atau mungkin orang suruhan yang pernah disakiti Ranoe. Tapi tidak, sungguu tidak mungkin karena Ranoe anak yang sopan dan ramah, dan juga dia di Bandung tidak ada keluarga selain anak-anak kosan Naafi. Jadi tidak mungkin dia punya musuh.

Tak lama berselang si Andhes salah satu anak kosan yang ikut mengantar ke Rumah Sakit berujar, "ternyata tadi itu si Ranoe di todong diminta uang dan hape, tapi Ranoe tidak memberikannya dan langsung di bacok karena si penjahat panik diteriakin maling".

Yaa mana ada orang ditodong ujug-ujug langsung kasih barang yang diminta, at least berusaha mempertahankan walaupun dengan sedikit usaha. Dan kami fikir kejahatan ini sudah direncanakan karena angkringan nasi kucing yang biasa mangkal di depan udah seminggu ini tidak beroperasi dan asal kalian tahu, Bandung lagi sepi-sepinya karena ini musim liburan mahasiswa yang nota-benenya bisa berbulan-bulan. Yang SP? Seberapa banyak sih yang SP. Dan juga ini mendekati bulan Ramadhan dan Idul Fitri dimana bukan hanya p*olisi saja yang cari duit, tapi penjahat juga cari duit. Kira-kira kurang lebih satu setengah bulan yang lalu juga ada yang hampir di cambret motornya dan curanmornya bawa senjata api dan sempat ditembakan di udara dan asal kalian tahu kejadiannya jam tujuh malam. Masih terlalu dini untuk melakukan kejahatan. Penjahat sudah mulai berani pemirsa.

Penampakan darah di ruangan warnet (lebih banyak dari yang pemirsa sekalian liat di foto) :

TKP 1
TKP 2 - kursi si Ranoe


TKP 3 - darah di lantai


Waspada yaa buat kalian yang sekarang berkuliah, bermukim, atau ada keperluan di Bandung. Bandung sudah sangat rawan. Twit info dari info Bandung juga sudah santer mengabarkan berbagai perampokan dan penjambretan di jalan-jalan sepi di kota Bandung. Usahakan hindari jalan sepi dan rawan dan jangan keliaran diatas jam 12 baik lo naik motor atau mobil. Emank kematian udah ditentuin, tapi kita juga harus bisa jaga diri. Hati-hati!

Bandung Malam Tak Aman - Seorang Penjaga Warnet Menjadi Korban Pembacokan

Malam ini seperti biasanya gue tetap segar terjaga karena SNSD. Bukan, bukan kependekan dari So Nyeo Si Dae grup vokal yang terdiri dari wanita-wanita cantik bertubuh jenjang dari negara ginseng (Korea). Melainkan kependekan dari Syndrome Night Sleep Disorder, yang mana jadwal tidur gue udah melenceng dari jadwal tidur manusia normal. Bukan, lagi-lagi bukan karena gue manusia super atau abnormal, tapi karena internet ini membuat gue betah melihat dunia.

Tepat pukul 01.30 dini hari, gue lagi asik-asiknya nyortir foto-foto hasil liburan gue kemarin. Tak dinyana terdengar raungan seorang anak manusia,

"yaa Allah.. astaghfirullah.. tolong tolongg.. man, tolong man..
ahh.. panggilin taksi.. tolooong.. astaghfirullah.. yaa Allah.."

Dengan polosnya gue mikir, "nyee.. motor sapa lagi yang diembat maling.. lapangkanlah hatinya yaa Allah.."
Karena emank daerah Gegerkalong Tengah adalah daerah yang empuk untuk curanmor. Dirumah gue aja udah ada empat kali motor raib semenjak gue berada di Bandung. Ujug-ujug penasaran, gue ngeliat kejadian tersebut dari balkon kamar gue dan kebetulan kejadiannya di warnet Naafi depan rumah. Dari balkon gue lihat orang-orang udah datang berboyong-boyong.
"Ahh.. Kalo motor doank yang hilang masa iyaa sampe seramai ini?"
Turunlah gue akhirnya ke TKP dan shock, suara yang tadi gue dengar udah berlumuran darah di sekujur tubuhnya! Merah! Semua merah! :takuts

Ranoe sang pejaga warnet
Gue melihat si Ranoe Hardja yang juga penjaga warnet Naafi depan rumah udah bersimbah darah dari kepala sampai kaki, baju? Jangan ditanya, bajunya udah kaya nyebur ke kolam darah. Gue lihat tangannya udah dibalut dengan kain tebal dan dari kain itupun sudah merembes darah kemana-mana. Lantai sudah tidak berwarna lantai lagi, banyak darah menyembur dimana-mana.




darah segar di lantai 
Tak lama kemudian pak Kuswa yang tidak lain dan tidak bukan adalah pengelola warnet tersebut datang dan membawa mobil dan dengan sigap membawa Ranoe ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung di Pasir Kaliki. Terlihat bener temen-temen yang lain bingung gimana caranya masukin Ranoe ke dalam mobil karena darahnya sudah dimana-mana, bingung mau megangnya gimana juga, takut kegencet lukanya. Dan asal kalian tahu ini bukan luka biasa. Ranoe menderita luka yang cukup parah di tangan dan kepalanya. Tangan yang sebelah kiri sudah hampir putus karena dengan refleksnya menangkis serangan si rampok edan dan tangan kanannya juga terluka namun tidak separah tangan kiri, kepalanya juga terkena bacokan dan darah mengucur kemana-mana bagaikan selang yang terhubung dengan pompa air Sany*o! :berdukas

darah segar di lantai
Tak lama setelah si Ranoe dibawa ke Rumah Sakit, pihak polisi datang dengan muka ayam. Yaa gue yakin di jam segitu para polisi sedang nyenyak-nyenyaknya tidur dan memimpikan keluarganya, muka mereka masih kucel-kucel banget. Pihak polisi langsung bertanya-tanya dan mewawancarai kami, setelah foto-foto terkumpul dan data yang dikumpulkan dirasa cukup, mereka langsung pergi ke Rumah Sakit menyusul Ranoe.



temen-temen yang masih shock dan berspekulasi
Kami yang ditinggal polisi lantas tidak kembali ke kamar masing-masing dan berselimut malam. Gue, ka Risman, dan temen-temen kosan Naafi menyambung malam penuh tragedi itu dengan asumsi-asumsi dan me-reka ulang kejadian. Jadi rata-rata dari kami tahunya pembacok itu langsung masuk ke ruangan warnet dan langsung membacok Ranoe habis-habisan tanpa kenal ampun. Tidak melihat si Ranoe sebagai manusia lagi nampaknya, dengan nafsunya penjahat itu membacok tanpa ampun. Salah satu anak kosan Naafi juga mengira kalo penjahat itu temannya Ranoe yang lagi main pukul-pukulan *becanda yang aneh* tapi setelah kata "astaghfirullah dan toloong" terlontar barulah anak-anak kosan pada ramai berdatangan. Macem-macem ceritanya, ada yang mau nyari balok atau besi dulu, ada yang nabrak galon dan jatuh, ada yang mau tangan kosong namun langusung ciut. Yaa, ini bukanlah sinetron dimana ada penjahat biasanya ada pembela kebenaran dengan tangan kosong dan dengan sigap bisa langsung men-skak-mad penjahat. Percayalah itu hanya terjadi di tv dan mungkin hanya terjadi di zaman Wiro Sableng si Kapak Maut Naga Geni 212.

shock parah
Beberapa spekulasi kami simpulkan, ada yang berfikir itu orang yang tidak suka dengan Ranoe, atau mungkin orang suruhan yang pernah disakiti Ranoe. Tapi tidak, sungguu tidak mungkin karena Ranoe anak yang sopan dan ramah, dan juga dia di Bandung tidak ada keluarga selain anak-anak kosan Naafi. Jadi tidak mungkin dia punya musuh.

Tak lama berselang si Andhes salah satu anak kosan yang ikut mengantar ke Rumah Sakit berujar, "ternyata tadi itu si Ranoe di todong diminta uang dan hape, tapi Ranoe tidak memberikannya dan langsung di bacok karena si penjahat panik diteriakin maling".

Yaa mana ada orang ditodong ujug-ujug langsung kasih barang yang diminta, at least berusaha mempertahankan walaupun dengan sedikit usaha. Dan kami fikir kejahatan ini sudah direncanakan karena angkringan nasi kucing yang biasa mangkal di depan udah seminggu ini tidak beroperasi dan asal kalian tahu, Bandung lagi sepi-sepinya karena ini musim liburan mahasiswa yang nota-benenya bisa berbulan-bulan. Yang SP? Seberapa banyak sih yang SP. Dan juga ini mendekati bulan Ramadhan dan Idul Fitri dimana bukan hanya p*olisi saja yang cari duit, tapi penjahat juga cari duit. Kira-kira kurang lebih satu setengah bulan yang lalu juga ada yang hampir di cambret motornya dan curanmornya bawa senjata api dan sempat ditembakan di udara dan asal kalian tahu kejadiannya jam tujuh malam. Masih terlalu dini untuk melakukan kejahatan. Penjahat sudah mulai berani pemirsa.

Penampakan darah di ruangan warnet (lebih banyak dari yang pemirsa sekalian liat di foto) :

TKP 1
TKP 2 - kursi si Ranoe


TKP 3 - darah di lantai


Waspada yaa buat kalian yang sekarang berkuliah, bermukim, atau ada keperluan di Bandung. Bandung sudah sangat rawan. Twit info dari info Bandung juga sudah santer mengabarkan berbagai perampokan dan penjambretan di jalan-jalan sepi di kota Bandung. Usahakan hindari jalan sepi dan rawan dan jangan keliaran diatas jam 12 baik lo naik motor atau mobil. Emank kematian udah ditentuin, tapi kita juga harus bisa jaga diri. Hati-hati!

Rp. 1.500,- = Rp. 600.000,- (matematika Allah)



Tidak ada satu maksud apa pun ketika menuliskan cerita ini, semoga Allah menjaga hati ini dari sifat riya meski sebiji zarah pun.

_____________________________

Jum’at lalu, saya berangkat ke kantor dengan dada sedikit berdegub. Melirik ukuran bensin di dashboard motor, masih setengah. “Yah cukuplah untuk pergi pulang ke kantor”.

Namun, bukan itu yang membuat dada ini tak henti berdegub. Uang di kantong saya hanya tersisa seribu rupiah saja. Degubnya tambah kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih dari empat ribu rupiah saja di rumah. Saya bertanya dalam hati, “makan apa keluarga saya siang nanti?” Meski kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu, mengingat nama besar Allah yang Maha Melindungi semua makhluk-Nya yang tawakal.

Saya berangkat, terlebih dulu mengantar si sulung ke sekolahnya. Saya bilang kepadanya bahwa hari ini tidak usah jajan terlebih dulu. Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa dijemput tukang ojeg yang –sukurnya- sudah dibayar di muka untuk antar jemput ke sekolah.

Sepanjang jalan menuju kantor saya terus berpikir, dari mana saya bisa mendapatkan uang untuk menjamin malam nanti ada yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan besok tinggal bagaimana besok saja, yang penting sore ini bisa mendapatkan sesuatu untuk bisa dimakan.

Tiba di kantor, tiba-tiba saya mendapatkan sebungkus mie goreng dari seorang rekan kantor yang sedang milad (berulang tahun). Perut saya yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk segera diisi. Namun saya ingat bahwa saya tidak memiliki uang selain yang seribu rupiah itu untuk makan siang. Jadi, saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang saja.

Sepanjang hari kerja, terhitung dua kali saya menelepon isteri di rumah menanyakan kabar anak-anak. “sudah makan belum?” si cantik di seberang telepon hanya menjawab, “Insya Allah,” namun suaranya terasa getir. Saat itu, anak-anak sedang tidur siang.

Pukul lima sore lebih dua puluh menit saya bergegas ke rumah. Sebelumnya saya sudah berniat untuk menginfakkan seribu rupiah di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang biasa ditemui di jalan raya. Sayangnya, sepanjang jalan saya tidak menemukan petugas-petugas itu, mungkin karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh perjalanan ke rumah, adzan maghrib berkumandang. Motor pun terparkir di halaman masjid, dan seketika mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid. “bismillaah…” saya masukkan dua koin lima ratus rupiah ke kotak tersebut.

Usai sholat, setelah berdoa saya meneruskan perjalanan. Tapi sebelumnya, tangan saya menyentuh sesuatu di kantong celana. Rupanya satu koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi ke kotak amal yang sama.

Sesampainya di rumah, isteri sedang memasak mie instan. Semangkuk mie instan sudah tersaji, “kita makan sama-sama yuk…” ajak si manis. Kemudian saya bilang, “abang sudah kenyang, biar anak-anak saja yang makan”. Anak-anak pun lahap menyantap mie instan plus nasi yang dihidangkan ibu mereka. Rasanya ingin menangis saat itu.

***

Keesokan paginya, isteri menggoreng singkong untuk sarapan. Alhamdulillah masih ada yang bisa dimakan. Sebenarnya hari itu masih punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu meminjam sejumlah uang dan berjanji mengembalikannya Sabtu pagi. Namun yang ditunggu tidak muncul. Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri menemui temannya itu, pun tidak membuahkan hasil.

Tiba-tiba telepon saya berdering, “Pak, saya baru saja mentransfer uang satu juta rupiah ke rekening bapak. Yang empat ratus ribu untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki untuk anak-anak bapak ya…” seorang sahabat dekat memesan buku karya saya yang terbaru.

Subhanallah, Allahu Akbar! Saya langsung bersujud seketika itu. Saya hanya berinfak seribu lima ratus rupiah dan Allah membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini matematika Allah, siapa yang tak percaya janji Allah? Yang terpenting, siang itu juga saya buru-buru mengeluarkan sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk diinfakkan.

***

Saya bersyukur tidak memiliki banyak uang maupun tabungan untuk saya genggam. Sebab semakin banyak yang saya miliki tentu semakin berat pertanggungjawaban saya kepada Allah.